Senang rasanya bisa
memasukkan kembali tulisanku di tempat ini setelah beberapa bulan disibukkan
oleh beberapa tugas akademik dan
beberapa tanggung jawab yang mesti di laksanakan guna lebih mendewasakan diri
baik dalam jasmani, rohani maupun biologi. Sebelum lebih lanjut, saya mau
ucapkan selamat buat Negara INDONESIA atas selesainya pesta 5 tahunan kita yang
biasa kita sebut sebagai PESTA DEMOKRASI atau yang lebih umumnya mungkin PILKADA dan PILPRES. Berbicara mengenai
PILPRES di negara kita ini, tidak lepas pula kita berbicara mengenai kampanye
hitam, negatif kampanye yang dikeluarkan oleh kedua calon/tim suksesnya yang
seakan-akan tidak pernah habis kita saksikan di berbagai media pada saat ini,
bahkan telah sampai dikalangan anak-anak kecil juga membicarakannya, contohnya
saja pada suatu malam saya menyaksikan beberapa bocah(usianya mungkin masih
berkisar 9-12 tahun) berdiskusi semi-semi politik yang mungkin bahkan arti dari
setiap kata yang mereka ucapkan belum terlalu mereka pahami, sekilas saya
mendengarkan mereka saling beradu pendapat seperti berikut:
anak 1: jelle’ itu prabowo pale’ di.... sering culik aktipis mahasiswa dulu
anak 1: jelle’ itu prabowo pale’ di.... sering culik aktipis mahasiswa dulu
Anak 2: mana ada....
balle-balle ji itu, daripada megawati sama jokowi, suda jual telpon indosat
gare’
(menggunakan logat kota parepare, sulawesi selatan)
(menggunakan logat kota parepare, sulawesi selatan)
Cukup
sekilas saya mendengarkan perbincangan kedua anak itu, berhubungan karena ada
sesuatu dan lain hal yang membuat saya pergi meninggalkan tempat itu. Dari
perbincangan diatas apa yang kita dapat kita petik.?? Setelah saya sampai
dikamar dan mengingat-ingat kembali percakapan anak-anak tersebut, tiba-tiba
otak ini seakan-akan terketuk oleh palu-palu seberat 50kg dan membuat saya
mulai mengandai-andai dan bertanya-tanya APAKAH ADA DAMPAK NEGATIF YANG
BERKELANJUTAN DARI DEMOKRASI KITA.? APAKAH COLON PEMIMPIN NEGARA KITA SEKEJI
DAN SEKOTOR ITU DIMATA MASYARAKAT.?
SUDAH
TIDAK ADAKAH ORANG-ORANG YANG DENGAN TULUS INGIN MENJADI SEORANG PEMIMPIN DI
NEGARA INI.?
kencangnnya
arus perpolitikan di negara kita sehingga kita lupa apakah kata-kata yang kita
ucapkan sudah memenuhi etika atau moral yang berlaku di negara ini, jangan
sampai apa yang kita ucapkan didengar oleh orang-orang yang tidak semestinya
mendengarkannnya seperti anak-anak kecil tadi.
bayangkan berapa juta
orang termasuk anak-anak di INDONESIA yang terhasut rasa benci terhadap salah satu calon pemimpin
negara kita ini. Apakah mereka sipembuat kampanye hitam dan kampanye negatif
ini tidak pernah berfikir bahwa rasa benci yang mereka tanamkan di kepala
manusia-manusia INDONESIA akan melekat terus dikepala mereka meskipun salah
satu kandidat tersebut sudah jadi pemimpin di negara kita.??? Bayangkan saja
jika si mas JO atau bung PRA menjadi Pemimpin Negara ini, tetapi sebagian
masyarakat di negara kita ingin mengadakan kudeta dikarenakan rasa kebencian
yang amat dalam yang telah dibuat oleh beberapa oknum.
Apakah ini salah satu bunga dari DEMOKRASI
kita.??
ataukah beberapa dari masyarakat kita yang belum siap menemrima DEMOKRASI.??
dan ataukah mungkin kita tidak mesti mempersoalkan hal-hal seperti ini.??
ataukah beberapa dari masyarakat kita yang belum siap menemrima DEMOKRASI.??
dan ataukah mungkin kita tidak mesti mempersoalkan hal-hal seperti ini.??