Jumat, 11 Juli 2014

keresahan mendalam demokrasi INDONESIAku



Senang rasanya bisa memasukkan kembali tulisanku di tempat ini setelah beberapa bulan disibukkan oleh beberapa tugas akademik  dan beberapa tanggung jawab yang mesti di laksanakan guna lebih mendewasakan diri baik dalam jasmani, rohani maupun biologi. Sebelum lebih lanjut, saya mau ucapkan selamat buat Negara INDONESIA atas selesainya pesta 5 tahunan kita yang biasa kita sebut sebagai PESTA DEMOKRASI atau yang lebih umumnya mungkin  PILKADA dan PILPRES. Berbicara mengenai PILPRES di negara kita ini, tidak lepas pula kita berbicara mengenai kampanye hitam, negatif kampanye yang dikeluarkan oleh kedua calon/tim suksesnya yang seakan-akan tidak pernah habis kita saksikan di berbagai media pada saat ini, bahkan telah sampai dikalangan anak-anak kecil juga membicarakannya, contohnya saja pada suatu malam saya menyaksikan beberapa bocah(usianya mungkin masih berkisar 9-12 tahun) berdiskusi semi-semi politik yang mungkin bahkan arti dari setiap kata yang mereka ucapkan belum terlalu mereka pahami, sekilas saya mendengarkan mereka saling beradu pendapat seperti berikut:
            anak 1: jelle’ itu prabowo pale’ di.... sering culik aktipis mahasiswa dulu
Anak 2: mana ada.... balle-balle ji itu, daripada megawati sama jokowi, suda jual telpon indosat gare’
        (menggunakan logat kota parepare, sulawesi selatan)
Cukup sekilas saya mendengarkan perbincangan kedua anak itu, berhubungan karena ada sesuatu dan lain hal yang membuat saya pergi meninggalkan tempat itu. Dari perbincangan diatas apa yang kita dapat kita petik.?? Setelah saya sampai dikamar dan mengingat-ingat kembali percakapan anak-anak tersebut, tiba-tiba otak ini seakan-akan terketuk oleh palu-palu seberat 50kg dan membuat saya mulai mengandai-andai dan bertanya-tanya APAKAH ADA DAMPAK NEGATIF YANG BERKELANJUTAN DARI DEMOKRASI KITA.? APAKAH COLON PEMIMPIN NEGARA KITA SEKEJI DAN SEKOTOR ITU DIMATA MASYARAKAT.?
SUDAH TIDAK ADAKAH ORANG-ORANG YANG DENGAN TULUS INGIN MENJADI SEORANG PEMIMPIN DI NEGARA INI.?
              kencangnnya arus perpolitikan di negara kita sehingga kita lupa apakah kata-kata yang kita ucapkan sudah memenuhi etika atau moral yang berlaku di negara ini, jangan sampai apa yang kita ucapkan didengar oleh orang-orang yang tidak semestinya mendengarkannnya seperti anak-anak kecil tadi.
bayangkan berapa juta orang termasuk anak-anak di INDONESIA yang  terhasut  rasa benci terhadap salah satu calon pemimpin negara kita ini. Apakah mereka sipembuat kampanye hitam dan kampanye negatif ini tidak pernah berfikir bahwa rasa benci yang mereka tanamkan di kepala manusia-manusia INDONESIA akan melekat terus dikepala mereka meskipun salah satu kandidat tersebut sudah jadi pemimpin di negara kita.??? Bayangkan saja jika si mas JO atau bung PRA menjadi Pemimpin Negara ini, tetapi sebagian masyarakat di negara kita ingin mengadakan kudeta dikarenakan rasa kebencian yang amat dalam yang telah dibuat oleh beberapa oknum.
           
             Apakah ini salah satu bunga dari DEMOKRASI kita.??
            ataukah beberapa dari masyarakat kita yang belum siap menemrima DEMOKRASI.??
            dan ataukah mungkin kita tidak mesti mempersoalkan hal-hal seperti ini.??